Mengenal Penyebab, Bahaya Hepatitis Bagi Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Hepatitis pada dasarnya adalah infeksi yang menyerang hati dan cukup serius. Bahkan penyakit ini juga rentan menular kepada orang lain, termasuk pada ibu hamil. Sebelum membahas bahaya hepatitis bagi ibu hamil, sebaiknya Anda mengenai dulu apa saja penyebab, gejala dan cara yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini. Langsung saja simak ulasan lengkapnya ya!

Mengenal Penyebab, Bahaya Hepatitis Bagi Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Hepatitis Pada Ibu Hamil
Hepatitis B maupun C merupakan jenis hepatitis yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Virus yang menjadi penyebab dari kedua jenis penyakit hati ini dapat menular lewat darah maupun cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.

Berhubungan intim bersama dengan penderita atau pengidap penyakit ini tanpa memakai kondom atau juga menggunakan jarum suntik yang sudah pernah digunakan oleh seseorang terinfeksi menjadi beberapa faktor penyebab ataupun cara mengapa ibu hamil bisa terkena maupun tertular penyakit hepatitis.

Hanya saja, untuk risiko seorang ibu hamil yang mana terkena hepatitis C lewat hubungan seks ini tergolong rendah. Jika sang ibu hanya berhubungan intim bersama dengan satu pasangan di dalam jangka waktu yang cukup lama.

Gejala Hepatitis
Gejala hepatitis kerap sekali tidak muncul hingga waktu berbulan-bulan pasca ibu terinfeksi. Memang membutuhkan waktu kira-kira selama 1 hingga 5 bulan untuk virus jenis hepatitis B dan C dalam berkembang sejak penderita terpapar virus hingga menimbulkan gejala yang paling pertama.

Namun, jika penyakit hepatitis sudah menimbulkan gejala, indikasi yang ada sangat mirip dengan penyakit flu, misalnya saja timbul rasa lelah, tubuh terasa pegal-pegal, dan tidak mempunyai nafsu makan. Pada sang ibu hamil, hepatitis bisa menjadikan ibu kerap mengalami mual dan muntah, dan juga penyakit kuning.

Cara Mengobati Hepatitis
Pemeriksaan kandungan dengan rutin sangat penting bagi para ibu hamil supaya bisa mendeteksi adanya beberapa penyakit, termasuk juga hepatitis. Dari awal kunjungan padarenatal yang pertama, dokter umumnya pun akan menganjurkan Anda agar melakukan serangkaian tes darah, salah satunya yakni tes memeriksa virus hepatitis B atau HBV.

Bila hasil tes yang ada menunjukkan HBV negatif serta ibu hamil belum pernah memperoleh vaksin hepatitis B di waktu sebelumnya, dokter akan menyarankan Anda agar mendapatkan imunisasi, ditambah lagi jika Anda memiliki risiko tinggi tertular dari penyakit satu penyakit ini. 

Namun apabila tes menunjukkan bahwa Anda mengidap hepatitis di tahap awal, dokter biasanya akan memberikan vaksin immunoglobulin hepatitis B atau HBIG untuk pencegahan hepatitis B untuk berkembang menjadi lebih parah. Vaksin ini pun akan aman diberikan pada wanita hamil dan janin yang mana sedang berkembang.

Pada kasus para ibu hamil yang memiliki hepatitis positif maka mungkin akan cukup was-was dengan bahaya hepatitis bagi ibu hamil. Biasanya akan ada penanganan yang lebih lanjut atau viral load tinggi, pemberian obat sebagai antivirus jadi cara yang bisa digunakan untuk menurunkan risiko dari penularan hepatitis B pada janin dalam kandungan.

Anda juga pastinya juga sudah tau bukan jika bahaya hepatitis bagi ibu hamil mungkin saja akan tertular pada bayinya. Oleh sebab itu sebaiknya Anda pun pelajari cara pencegahan dan lainnya agar risiko dari hepatitis pun bisa dihindari.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment